
LONDON â" Kasus mata-mata yang menghantui F1 belakangan ini benar-benar mengancam kredibilitas balap mobil terpopuler di dunia itu. Sampai-sampai ketua eksekutif F1, Bernie Ecclestone, mengumpulkan pengurus kunci di lembaganya untuk membahas kemelut ini.
Di kantornya di London, Inggris, pria 76 tahun itu yang merupakan rekan bisnis dan sahabat kepala tim Renault Flavio Briatore, itu membahas isu mata-mata yang dilakukan Renault atas McLaren.
Daily Telegraph, Minggu (11/11/2007) menyebutkan, dalam perjumpaan tersebut, setiap tim kecuali Renault, Ferrari dan Mclaren â" tiga tim yang terlibat skandal mata-mata â" datang menghadap Ecclestone.
Dalam kasus ini, Renault diduga melakukan tindakan mata-mata yang lebih buruk ketimbang kasus mata-mata McLaren atas Ferrari. Sebab, tim yang bermarkas di Ecclestone itu memiliki data rahasia McLaren secara terperinci.
Sementara itu, Jumat lalu Renault menyatakan mereka telah mencurigai salah satu mekaniknya. Mereka juga telah membantah tuduhan yang diarahkan kepada mereka dengan menyatakan bahwa data itu mereka peroleh dari mantan mekanik McLaren yang kini bekerja di Renault, Phill Mackereth.
Renault berkilah jika informasi tersebut masuk ke dalam sistem komputer mereka tanpa sepengetahuan pihak yang berwenang mengurusi itu. Namun, Mackereth mengakibatkan mekanik Renault lainnya memperhatikan hal tersebut.
Telegraph menyebutkan anggota Renault yang melihat data curian itu adalah ketua desainer, wakil ketua desainer, wakil direktur teknis, kepala riset dan pengembangan, serta kepala urusan performa kendaraan.
(bgs)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar