Senin, 25 April 2011

Target Renault Ungguli Ferrari



ENSTONE – Pembalap Renault Nick Heidfeld, menegaskan bahwa target besar timnya di musim ini adalah bisa melewati Ferrari. Renault sudah membuktikannya dengan naik podium di dua seri pembuka, di Australia dan Malaysia.

Ferrari sendiri memang belum merasakan naik podium dengan tiga balapan awal musim ini. Tapi, dua pembalap Ferrari Fernando Alonso dan Felipe Massa cukup konsisten dalam mengumpulkan poin.

Pada klasemen konstruktor sendiri, Tim Kuda Jingkrak ada di posisi tiga dengan mengumpulkan 32 poin. Sementara Renault ada di posisi empat, terpaut 18 angka dengan Ferrari.

Kendati demikian, Heidfeld tetap yakin timnya memiliki peluang untuk berprestasi di musim ini. Heidfeld ingin mengulang dua kesuksesan di awal musim, untuk tetap bisa mendulang poin.

"Saya pikir kami bisa melakukan itu. Tentu tidak akan mudah karena kita bersaing dengan Ferrari. Tapi yang pasti kita akan mencoba untuk mengalahkannya. Hanya, cukup sulit bila bersaing dengan McLaren atau dengan Red Bull," jelas Heidfeld seperti dilansir autosports, Senin (25/4/2011).

"Kami sudah bekerja sangat keras. Tim telah membuat perbaikan besar selama satu musim terakhir. Jika kita dapat menjaga dan mempercepat pengembangan, mungkin kita dapat mempertahankan momentum seperti di awal musim," tutup Heidfeld.

Pole Positions Buka Jaminan Menang



MILTON KEYNES – Semua pembalap Formula One pasti ingin mendapatkan pole positions, sebagai modal besar untuk memulai balapan. Tapi, kepala tim Red Bull Racing Christian Horner meyakini bahwa pole bukanlah jaminan untuk menang.

Kombinasi antara ban baru dan beberapa piranti canggih seperti KERS dan DRS membuat balapan semakin menarik. Strategi di pit stop pun juga berpengaruh besar dalam hasil balapan.

Pada GP China lalu, pembalap Red Bull Mark Webber harus memulai balapan di posisi 18, setelah mencatat hasil buruk selama latihan dan kualifikasi. Tapi, berkat keputusan memakai ban dengan kompon lunak, Webber mampu finish di posisi tiga dan naik podium di akhir balapan.

Horner pun mengakui bahwa kinerja Webber sudah membuat diri dan timnya memikirkan kembali pendekatan untuk setiap balapan.

"Webber membuat Anda mempertanyakan nilai sebuah kualifikasi," kata Horner kepada Sunday Times. "Sekarang mobil dapat menempuh jarak terjauh karena faktor ban. Kami baru akan menentukan sebuah strategi dengan menunggu sampai hasil kualifikasi berakhir," lanjut Horner.

Masing-masing pembalap memiliki tiga set ban lunak dan tiga set ban keras yang tersedia, selama kualifikasi dan balapan. Horner yakin semua pembalap bisa menyimpan ban dengan kompon lunak untuk balapan, dengan berdasarkan posisi grid.

Murdoch Datang, Ecclestone Hengkang



PARIS – CEO Manajemen Formula One Bernie Ecclestone, sama sekali tidak sepakat dengan adanya rencana pembelian hak siar F1 oleh pemilik News Corporation Rupert Murdoch. Ecclestone mengancam akan meninggalkan F1, apabila Murdoch datang.

Saat ini, Ecclestone memiliki fungsi sebagai pemegang hak komersial olahraga Formula One dengan menjabat sebagai kepala CVC Capital Partners. Ikon F1 ini enggan bekerja sama dengan konglomerat media, Rupert Murdoch.

Seperti diberitakan, Murdoch dan kelompoknya News Corporation berada pada tahap awal untuk membuka diskusi pengambilalihan hak siar F1. Tapi, Ecclestone menyatakan dirinya tidak tertarik bekerja sama dengam News Corporation.

"Saya sudah cukup tua untuk mendapatkan pensiun, jadi saya tidak harus mendapatkan pekerjaan baru," kata Ecclestone kepada The Sunday Times, Senin (25/4/2011).

"Saya harus yakin dengan orang orang yang ingin bekerja sama dengan saya. Apakah mereka benar-benar ingin bekerja dengan saya atau tidak," lanjut pria 80 tahun ini.

News Corporation juga telah menggelar pembicaraan awal dengan konglomerat asal Meksiko, Carlos Slim. Dalam pembicaraan itu mereka tertarik membentuk sebuah konsorsium untuk mengambil alih F1.

Saat ini berdasarkan Perjanjian Concorde, bahwa tim F1 terikat denan dengan pemegang hak komersial serta FIA. Perjanjian kontrak kerja sama ini baru akan berakhir pada akhir musim 2012.

KERS & DRS Langkah Positif F1



LONDON – Kombinasi penggunaan sistem KERS dan DRS di musim ini adalah sebuah langkah positif dalam balapan Formula One. Itulah yang disebutkan mantan pembalap F1, Jonathan Palmer, dalam menyikapi fenomena KERS dan DRS.

Penggunaan KERS sempat ditunda selama dua musim, sebelum benar-benar digunakan pada musim 2010. KERS (Kinetic Energy Recovery System) adalah sistem pemanfaatkan energi kinetik yang terbuang dari rem. Ini memungkinkan pengemudi untuk meningkatkan daya pacu mobil.

"Saya pikir sesuatu yang dapat membantu dalam hal overtaking adalah ide yang baik. KERS adalah sistem yang sangat fantastis. Bukan hanya soal muempromosikan bagaimana cara menyalip, tapi juga membawa dunia balap untuk lebih ramah lingkungan,” jelas Palmer kepada GPUpdate.net, Senin (25/5/2011).

"Saat di dalam kokpit balap saat berada di sirkuit, Anda punya situasi di mana Anda menghabiskan banyak sekali waktu. Yang pasti ini membutuhkan bahan bakar dan menciptakan CO2. Tapi kemudian Anda menginjak rem, menghilangkan semua energi itu. KERS mencoba untuk mengambil kembali energi sebanyak mungkin dan membuatnya menjadi sebuah sumber tenaga,” lanjut Palmer.

Sementara teknologi teranyar di musim 2011 adalah DRS (Drag Reduction System). Alat ini memungkinkan pembalap membuka elemen atas di sayap belakang mobil. Dianggap sebagai piranti rumit, DRS memiliki fungsi penting sebagai kontrol terharap seluruh sistem aerodinamis mobil, terutama pergerakan sayap belakang, yang berguna memperlambat atau mempercepat mobil. DRS memberi keuntungan bagi pembalap dengan mendapat kecepatan tambahan sebanyak 10-12 km/jam.

"DRS bisa menjadi solusi terbaik dengan cara yang perlu sedikit regulasi. Koefisien trek lurus dari sebuah mobil Formula 1 benar-benar istimewa. Ini adalah konsekuensi yang tidak bisa dihindari dan akan menghasilkan downforce," tutup Palmer.

Pirelli Kerja Keras di GP Monaco



ISTANBUL – Pemasok ban Fornula One Pirelli harus bekerja keras pada balapan di GP Turki dan Monaco. GP Turki akan lebih dulu berlangsung pada 8 Mei mendatang. Pirelli akan menyediakan kompon ban keras.

Sementara di GP Monaco, yang berlangsung sesudah GP Catalunya, Pirelli akan menyiapkan komposisi ban yang juga berbeda. Ban super-soft akan diberikan Pirelli untuk mengantisipasi kondisi sirkuit Monte Carlo yang dianggap lebih halus.

Sejak seri perdana digelar di Australia, lalu pindah ke Malaysia dan China, Pirelli baru menelurkan dua jenis ban, yakni jenis lembut dan keras. Dua ban ini masih digunakan pada dua seri berikutnya, di Turki dan Catalunya.

Balapan di Australia, Malaysia, China, Turki dan Spanyol dianggap lebih dibutuhkan kompon ban dengan jenis lembut dan keras. Pasalnya kondisi lima sirkuit ini memiliki banyak tikungan cepat dan aspal trek yang relatif kasar dengan suhu cuaca panas.

Sementara, di Monaco, sirkuit Monte Carlo adalah sirkuit jalan raya yang memiliki apsal lebih halus dan tikungan dengan karakter lambat, dimana lebar trek memang sempit. Dengan kondisi tersebut, ban yang super lembut lebih dibutuhkan.

"Kami akan berhati-hati dalam menentukan karakter sirkuit demi membuat balapan jadi lebih menarik. Kami sangat ingin melihat penggunaan ban super-soft Pirelli di Monaco," ujar direktur Pirelli Paul Hembery, seperti dilansir F1live, Senin (25/4/2011).

Pada tiga seri F1 awal, ban pada mobil setiap pembalap memiliki warna tulisan Pirelli kuning dan perak. Warna kuning menunjukkan kompon ban lembut dan perak untuk ban keras. Sementara di Monaco, warna ban akan bertambah satu yakni warna merah tang berjenis super-soft.

Silverstone Buka Pit & Paddock Baru




NORTHAMPTONSHIRE – Pengelola sirkuit Silverstone akan memperkenalkan dan membuka pit serta komplek paddock baru pada 17 Mei mendatang.

Area sirkuit teranyar ini menjadi bagian dari pengembangan sirkuit Silverstone dalam upayanya menjadi penyelenggara terbaik balapan Formula One ataupun MotoGP.

Renovasi area paddock dan pit stop ini menelan biaya sebesar 27 juta poundsterling. The Silverstone Wing ternyata bisa selesai lebih cepat dari jadwal yang semula ditentukan. Dengan demikian tidak akan ada masalah untuk menggelar agenda balapan.

HRH The Duke of Kent dan Damon Hill, presiden British Racing Drivers Club akan memimpin upacara pembukaan dengan mengundang tokoh-tokoh besar dari dunia balap baik balapan mobil atau motor.

Berdasarkan agenda Silverstone akan menggelar F1 pada 10 Juli mendatang, sesudah GP Valencia. Sementara balapan MotoGP di Silverstone lebih dulu digelar, yakni pada 12 Juni, sesudah GP Catalunya.

Dokter Khawatirkan Masa Depan Kubica



LIGUIRE – Tim dokter yang merawat perkembangan Robert Kubica masih harus menunggu hingga Agustus mendatang, untuk segera mengetahui apakah Kubica masih bisa kembali balapan di ajang Formula One, atau tidak.

Kubica mengalami cedera parah pada sebuah kecelakaan saat sedang mengikuti ajang reli di Italia, awal Februari lalu. Pembalap asal Polandia ini mengalami luka parah pada bagian tangan kanannya dan kaki.

Pembalap Lotus-Renault ini harus menjalani empat kali operasi akibat cedera tersebut. Setelah empat bulan dirawat di rumah sakit, Kubica akhirnya diizinkan kembali dan beristirahat di rumah. Namun, apakah dia bisa kembali ke dunia balap? Dokter masih belum bisa memberikan keputusan.

"Kita masih harus menunggu sampai enam bulan dari kecelakaan itu terjadi. Kita masih perlu menunggu hasil cari operasi atas cederanya, dan saat ini Robert masih dalam masa pemulihan," kata Dr Riccardo Ceccarelli kepada Gazzetta dello Sport, Senin (25/4/2011).

Rehabilitasi Kubica saat ini dibawah pengawasan ketat Dr Ceccarelli, di klinik olahraga Italia, Formula Medicine dan merupakan konsultan dengan tim balap F1, bila ada pembalap yang mengalami cedera.

"Dengan program latihan di pusat kebugaran, akan sangat membantu Robert merasa seperti seorang pembalap lagi. Kami masih berhubungan dengan tim yang menanganinya sejak awal seperti Dr Igor Rossello," lanjut Dr Ceccarelli.

Tangan kanan Kubica hampir saja diamputasi karena parahnya cedera. Tapi, tim dokter mampu menyambung kembali. Kesulitan terbesar adalah saat menyambut urat syaraf, dimana dibutuhkan waktu lama sata melakukan operasi.