
ENSTONE - Pemilik Renault, Flavio Briatore terus meneriakkan bahwa timnya tidak melakukan kesalahan apa pun. Apalagi, terlibat dalam skandal mata-mata yang melibatkan McLaren dan Ferrari.
Pria flamboyan itu memang mengakui data McLaren masuk ke sistem komputer timnya. Data itu termasuk skema mobil McLaren 2007. Itu dibawa mantan mekanik McLaren, Phil Mackereth yang bergabung dengan McLaren sejak September 2006.
Namun, Briatore menegaskan tidak satu pun data yang ditemukan itu digunakan di mobil Renault. Pria Italia itu bahkan mengingatkan timnya untuk tidak menyembunyikan apa pun dari temuan ini.
"Saat kami menemukannya pada bulan September, kami bicara dengan anggota kami (Mackereth). Kami mulai melakukan penyelidikan dan segera mencurigai seseorang. Juga segera memberi tahu McLaren dan FIA," kata Briatore kepada Times, Senin (12/11/2007).
"Kami memberikan (Presiden FIA Max) Mosley semua dokumen dan bukti serta pernyataan dari mekanik kami. Itu kami lakukan untuk menjelaskan bahwa kami tidak pernah mengggunakan sistem apa pun dari McLaren," ujarnya.
Bukan hanya itu. Untuk membuktikan ketidakbersalahannya, Briatore bahkan mengundang McLaren datang ke markas mereka di Enstone, Inggris untuk ikut dalam penyelidikan.
Sayangnya, McLaren hanya memenuhinya dengan melakukan kunjungan singkat. Dan ini membuat Briatore kecewa.
"Kami senang mereka memeriksa komputer kami. Kami ingin memberi McLaren kesempatan untuk memeriksa bahwa tidak ada data McLaren yang kami gunakan dalam desain mobil kami. Tapi, mereka tidak melakukannya," tegas Briatore.
Â
(ers)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar