INTERLAGOS – Nampaknya keinginan Lewis Hamilton untuk merebut gelar juara dari tangan Kimi Raikkonen bakal terwujud. Sebab, FIA mengeluarkan pernyataan kalau BMW Sauber dan Williams memang kelebihan temperatur bahan bakar. Benarkah?Ya, sepertinya keputusan McLaren untuk melakukan banding atas keputusan steward kali ini tepat. Sebab, pihak Federasi Otomotif Internasional (FIA) telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan tekanan temperatur bahan bakar pembalap BMW Sauber dan Williams bermasalah.
Menurut artikel 6,5,5 tehnikal regulasi Formula One (F1) menyebutkan, “Sebuah mobil tidak dapat melebihi tekanan bahan bakarnya lebih dari 10 derajat.” Praktis, peranyataan yang dibuat oleh Jo Bauer itu tentu menyudutkan para pembalaap BMW Sauber dan Williams.
Pasalnya, saat balapan berlaangsung tekanan bahan bakar Nick Heidfeld (BMW Sauber) mencapai 13 derajat di pit stop pertamanya dan 12 derajat di pit stop kedua.
Bahkan, tekanan bahan bakar yang dimiliki Robert Kubica (BMW Sauber) lebih banyak lagi yakni: 14 derajat, 13 derajat dan13 derajat pada tiga pit stop yang dilakukannya.
Sementara tekanan bahan bakar Nico Rosberg (Williams) yakni: 13 derajat dan 12 derajat di duaa pit stop yang dilakukannya.
Menurut Mike Gascoyne, kelebihan tekanan bahan bakar itu akan membuat mobil seorang pembalap menjadi lebih bertenaga lagi.
“Tenaga mobil itu akan bertambah menjadi lima hingga 10 tenaga kuda,” ungkap Ketua Tehnik Mesin Tim Spyker itu kepada autosport. “Oleh karena itu, jika benar BMW Sauber dan Williams telah melakukan itu, maka mereka pantas dihukum,” tegasnya.
Jika Rosberg, Heidfeld dan Kubica dihukum oleh FIA, maka secara otomoatis Hamilton akan merebut gelar juara dari tangan Raikkonen dan keberuntungan lagi-lagi memihak pembalap berusia 22 tahun itu.(hmr)
1 komentar:
menurut saya berita formula 1 sangat bagus tapi lebih di dwipratama52.blogspot.com. tapi bagus kok punya miladi
Posting Komentar