Senin, 10 Desember 2007

'Kebekuan' Kimi Belum Berakhir


Sao Paulo - Kimi Raikkonen kembali berpeluang merengkuh gelar juara dunia pertamanya. Namun dengan posisinya yang di belakang duet McLaren, kebekuan "Si Manusia Es" akan gelar tersebut mungkin belum berakhir.

Secara matematis kesempatan Kimi meraih gelar juara dunia pertamanya belum tertutup. Terpaut tujuh poin dari Lewis Hamilton dan tertinggal tiga angka dari Fernando Alonso, segala kemungkinan masih bisa terjadi di GP Brasil akhir pekan ini.

Sayangnya perjuangan Kimi untuk mengakhiri penantian sejak 2001 itu mungkin belum akan berakhir tahun ini. Bukannya mengecilkan peluang jagoan "Tim Kuda Jingkrak" itu, tapi kalaupun dia sukses meraih podium tertinggi, itu belum cukup mengantar dia menyabet titel juara dunia.

Jika berhasil menjadi yang tercepat di Brasil, Kimi yang akan mengumpulkan 110 angka masih membutuhkan Hamilton untuk finish di luar lima besar (maksimal poin 110). Itu masih harus ditambah Alonso yang tidak lebih baik dari urutan tiga (maksimal poin 109).

Sejarah pun berkata demikian. Tercatat hanya Giuseppe Farina yang mampu menjadi juara dunia meski cuma duduk di posisi tiga klasemen saat memasuki seri terakhir, itu pun terjadi di tahun 1950-an.

"Tujuan saya adalah menang, selain itu semuanya tidak bisa saya tentukan. Hamilton punya tujuh poin lebih banyak. Tidak mudah menjalani balapan terakhir hanya untuk menambah poin saja, kami tidak bisa mengkalkulasi, kami harus menang," ungkap Kimi di situs resminya.

Persaingan meraih gelar juara hingga seri terakhir bukan kali ini saja dialami Kimi. Tahun 2003 lalu saat masih membela McLaren dia juga merasakan hal yang sama meski akhirnya harus menyerah dari Michael Schumacher di seri terakhir di Jepang. Kalaupun ada harapan yang dimiliki pemilik 14 kemenangan di F1 itu adalah perseteruan internal di McLaren.

"Ini situasi yang sama dengan tahun 2003. Saat itu saya kalah dari Michael (Schumacher), tapi jika diingat semuanya hampir saja terjadi. Dan pada satu titik semua kemungkinan bisa saja terjadi."

"Ada tekanan besar pada mereka (Hamilton dan Alonso). Mereka difavoritkan dan mereka juga bersaing satu dengan lainnya. Semoga saja ada keuntungan dari hal itu," pungkas Kimi.

Sempat disebut-sebut bakal menjadi penerus Mika Hakkinen saat direkrut McLaren, Kimi belum sekalipun meraih titel juara dunia. Hingga kini prestasi terbaiknya hanyalah runner up yang didapatnya tahun 2003 dan 2005.
(din/krs)



Komentar terkini ( Komentar) Belum ada kom

Tidak ada komentar: