Jumat, 16 November 2007

'McLaren Munafik Tak Tahu Malu'

Zurich - McLaren dituding sebagai munafik karena aksi bandingnya dinilai bertolak belakang dengan pernyataannya selama ini. Adalah kuasa hukum Ferrari yang melontarkan tudingan itu dalam lanjutan persidangan seputar penggunaan bahan bakar ilegal di GP Brasil.

Dalam seri penutup musim ini di Interlagos, Kimi Raikkonen dari "Tim Kuda Jingkrak" mengunci gelar juara dunia. Namun klaim McLaren bahwa Williams dan BMW Sauber harus didiskualifikasi karena penggunaan bahan bakar yang terlalu dingin, mengancam gelar Raikkonen.

Meski McLaren kerap mengaku tidak ingin memenangkan titel juara dunia pembalap di ruang sidang, melainkan hanya ingin kejelasan regulasi, hal itu tak bakal terelakkan jika FIA menerima banding McLaren serta menghukum pembalap Williams dan BMW Sauber.

Jika kedua tim itu mendapat hukuman, maka Lewis Hamilton dari McLaren niscaya jadi juara dunia baru.

"Bukan begini cara kejuaraan dunia F1 harus dimenangkan. Mr Hamilton dengan jelas pernah bilang kalau dia tidak mau menang dengan cara ini. Kepala Olahraga Otomotif Mercedes, Mr Norbert Haug, juga mengatakan banding yang diajukan McLaren bukan karena ingin memenangkan kejuaraan dunia. Mr Martin Whitmarsh (CEO McLaren F1) dalam sebuah wawancara berujar 'Ini semua bukanlah soal bagaimana cara memberikan titel juara dunia kepada Lewis'," beber kuasa hukum Ferrari, Nigel Tozzi dikutip The Sun, Jumat (16/11/2007).

"Bisa dibilang McLaren adalah munafik tak tahu malu yang hampa integritas. Kalau yang mereka inginkan adalah kejelasan, biarkan mereka mendapatkan itu, tapi jangan biarkan mereka meraih titel juara dunia dengan cara ini," tandas Tozzi.

Menurut agenda persidangan, hari ini rencananya FIA bakal menjatuhkan keputusan seputar kasus tersebut.
(krs/din)

Tidak ada komentar: