PARIS - Usaha McLaren mengajukan banding untuk memindahkan gelar juara dunia Formula One (F1) 2007 dari tangan pembalap Ferrari Kimi Raikkonen ke pembalapnya, Lewis Hamilton, tidak akan terwujud.
Sekalipun banding McLaren itu sukses membuktikan pelanggaran BMW Sauber dan Williams.
Demikian analisa situs Autosport, Selasa (23/10), stewards (petugas balap) Grand Prix Brazil, menilai bukti yang menunjukkan pembalap BMW Sauber dan Williams melanggar ketentuan suhu bahan bakar tidak mencukupi.
Dalam balap F1, ada dua fungsi pendinginan bahan bakar, yakni untuk mempermudah pengisian bahan bakar di pitstop, dan untuk meningkatkan daya mobil.
Sementara itu, stewards menyatakan tidak cukup fakta yang membuktikan bahan bakar BMW Sauber dan Williams bersuhu dingin. Mereka juga tidak mampu menjelaskan bagaimana situasi bahan bakar kedua tim itu pada saat balapan.
Hal ini akan menggagalkan usah McLaren. Apalagi, persoalan suhu bahan bakar hanya persoalan saat mengambil dari selang bahan bakar, bukan persoalan di mobil. Lagi pula, informasi mengenai situasi suhu terpampang di layar informasi Manajemen F1.
Kendati demikian, Kelompok Kerja Sportifitas (SWG) F1, menyatakan keputusan petugas balap masih bisa berubah. Hanya saja, jika BMW Sauber dan Williams bersalah, tidak ada jaminan gelar juara akan jatuh ke tangan Hamilton.
Bukan itu saja, usaha McLaren juga akan terjegal dengan artikel 168 peraturan International Sporting Code yang jelas menyatakan hak merubah keputusan sepenuhnya berada di tangan stewards.
“Pertemuan stewards (petugas balap) akan mengumumkan hasil perubahan posisi dan gelar juara, dan mereka akan memutuskan apakah kompetitor berikutnya harus keluar dari klasifikasi,” bunyi dari artikel 168.
Selasa, 23 Oktober 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar